JAVA ( Bahasa Pemrograman)
Kamis, 27 Februari 2014 by Unknown in



Sekilas Bahasa Pemrograman

1.       Pengertian Bahasa Pemrograman
Bahasa Pemrograman adalah teknik komunikasi standar untuk mengekspresikan intruksi kepada komputer.
2.       Kategori Bahasa Pemrograman
Bahasa Pemrograman dapat di klasifikasikan menjadi  tingkat rendah, menengah, dan tingkat tinggi.

a.       Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi

Merupakan bahasa tingkat tinggi yang mempunyai ciri-ciri mudah dimengerti karena kedekatannya terhadap bahasa sehari – hari. Sebuah pernyataan program diterjemahkan kepada sebuah atau beberapa mesin dengan menggunakan compiler.
Contoh : JAVA, C++, .NET

b.      Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah

Bahasa pemrograman generasi pertama. Bahasa jenis ini sangat sulit dimengerti karena intruksinya menggunakan bahasa mesin. Disebut juga dengan bahasa Assembly merupakan bahasa dengan pemetaan satu – persatu terhadap intruksi komputer. Setiap intruksi assembly diterjemahkan dengan menggunakan Assembler.

c.       Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah

Bahasa yang dimana penggunaan intruksinya telah mendekati bahasa sehari – hari, walaupun masih cukup sulit untuk di mengerti karena menggunakan singkatan – singkatanseperti STO yang berarti simpan (STORE) dan MOV yang artinya pindah (MOVE).

3.       Alur Pembuatan Program

Seorang programmer tidak melakukan pembuatan dan pengkodean program secar begitu saja, namun mengikuti perencanaan dan metodologi yang terstrukturyang memisahkan proses suatu aplikasi menjadi beberapa bagian.

Berikut ini langkah – langkah sistematis dasar dalam menyelesaikan permasalahan pemrograman :
1.       Mendefinisikan masalah
2.       Menganalisa dan memebuat rumusan pemecahan masalah
3.       Desain Algoritma dan Representasi
4.       Pengkodean, Uji Coba dan pembuatan dokumentasi
Untuk memahami langkah dasar dalam pemecahan masalh dalam sebuah komputer, mari kita mendefinisakan sebuah permasalahan yang akan diselesaikan langkah demi langkah sebagaimana metodologi pemecahan masalah yang akan di bahas.
1.       Mendefinisikan Permasalahan

Seorang programmer umumnya mendapatkan tugas berdasarkan sebuah permasalahan. Sebelum sebuah program dapat terdesain dengan baik untuk menyelesaikan beberapa permasalahan, masalah – masalah yang terjadi harus dapat diketahui dan terdefinisi dengan baik untuk mendapatkan detail persyaratan input dan output.

Sebuah pendefinisian yang baik adalah sebagian dari peyelesaian masalah. Pemrograman komputer mempersyaratkan untuk mendefinisikan program terlebih dahulu sebelum membuat suatu penyelesaian masalah.

2.       Menganalisa dan memebuat rumusan pemecahan masalah

Setelah sebuah permasalahan terdefinisikan secara memadai, langkah paling ringkas dan efisien dalam penyelesaian harus dirumuskan.
Umumnya, langkah berikutnya meliputi memecahkan masalah tersebut menjadi beberapa bagian kecil dan ringkas.

3.       Desain Algoritma dan Representasi

Setelah kita mengetahui dengan baik dan jelas mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan, langkah selanjutnya yaitu memebuat rumusan Algoritma untuk menyelesaikan permasalahan.

Algoritma adalah urutan langkah – langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis.

Algoritma dapat diekspresikan dalam bahasa manusia, menggunakan presentasi grafik melalui sebuah FlowChart (Diagram Alir) ataupun melalui PseudoCode (Semu Kode) yang menjembatani antara bahasa manusia dengan bahasa pemrograman.

Simbol Flowchart dan artinya :

Flowchart adalah representasi grafis dari langkah – langkah yang harus diikuti dalam mentelesaikan suatu permasalahan yang terdiri atas sekumpulan simbol, dimana masing – masing simbol merepresentasikan kegiatan tertentu.
Flowchart diawali dengan penerimaan input dan diakhiri dengan penampilan output.

Berikut ini simbol – simbol yang digunakan dalam menyusun flowchart, kegiatan yang diwakili serta aturan yang diterapkan dalam penggunaan simbol tersebut :



4.      Pengkodean, Uji coba dan Pembuatan Dokumentasi

Setelah membentuk algoritma, maka proses penulisan program dapat dimulai.
Menggunakan algoritma sebaga pedoman, maka kode program dapat ditulis sesuai bahasa pemrograman yang dipilih.
Setelah pemyelesaikan seluruh kode program, langkah selanjutnya yaitu menguji program tersebut apakah telah berfungsi sesuai tujuannya untuk memberikan suatu solusi untuk menyelesaikan suatu masalah. Bila terjadi kesalahan logika atas program, disebut Bugs, maka kita perlu untuk menguji ulang rumusan/algoritma yang telah dibuat, kemudian memperbaiki implementasi kode program yang mungkin keliru. Proses ini disebut dengan Debugging.
Terdapat dua tipe kesalahan (errors) yang akan dihadapi seorang programmer. Yang pertama adalah Compile-time error dan yang kedua adalah runtime error.
 



Posting Komentar